English
Language Here
Internet Masuk Sekolah -
Mengapa? (Lanjutan
dari Dikotomi)
Apakah E-Pendidikan Adalah
Mimpi?
Maaf Pak, gedung-gedung sekolah kami
ambruk!
Jangan kuatir
Pak/Ibu Guru, sebentar lagi kami akan
memasang Internet..... Di mana
ya???
Akses ke
Internet? Tetapi Sekolah Kami Belum Teraliri
Listrik Pak, dan Korupsi Terjadi di Semua Level
Penyelenggara Pendidikan (Dinas pendidikan telah
menjadi institusi paling korup dan menjadi
isntitusi penyumbang koruptor pendidikan
terbesar dibanding dengan institusi
lainnya), dan UN Tidak Ciptakan Proses
Belajar Kreatif, dan kita perlu Setop Kurikulum Merugikan
Siswa, juga 70% Lulusan SMA Tanpa
Keterampilan Cari Kerja, dan Kemampuan Guru Harus
Ditingkatkan, dan Ribuan Anak Cacat Usia Sekolah
Belum Terlayani, dan Pendidikan Berkualitas Hanya
untuk Orang Berduit, maupun 55 juta orang tidak memiliki
"akses" terhadap sumber air yang aman, dan
.........
"Internet Belum Dimanfaatkan
Secara Positif Oleh
Pelajar" (Prof. DR. Nurtain,
Februari 2010)
"PADANG MI: Pakar pendidikan
dari Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. DR.
Nurtain mengatakan kini banyak pelajar dan
mahasiswa yang tidak memanfaatkan kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi internet
untuk hal-hal positif namun lebih cenderung
hanya untuk menghabiskan waktu dan hal yang
tidak bermanfaat."
Diam! Nggak
apa-apa. Internet dulu
ya!
|
Internet
adalah "Alat Bantu", bukan "Solusi Pendidikan"
(di tingkat Sekolah). Internet
(tanpa bahasa Inggris) sebagai sumber informasi
yang sangat terbatas. Bahan pelajaran (dalam
bahasa Indonesia) juga sangat sedikit.
Kelihatannya kurikulum kita juga tidak
berbasis-penelitian, jadi untuk apa Internet di
sekolah? Internet di sekolah
jelas bukan prioritas kan?
Pendidikan
Yang Bermutu adalah:
Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu
dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan
Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan
Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak
macam keterampilan termasuk
teknologi), yang Diimplementasikan
secara PAKEM (Pembelajaran
Kontekstual). ("Mampu" termasuk
Kreatif)
"Pelajar Kecanduan Game
Online" "SD hingga SMA" ah...
Teknologi
"Di sejumlah warung internet di
Kayuagung diketahui, puluhan kelompok pelajar
hampir setiap hari memenuhi warnet untuk bermain
game online, bahkan ada siswa yang
membolos sekolah demi menyalurkan hobi di dunia
maya tersebut."
"Facebook Sebabkan Mahasiswa
Malas dan Bodoh"
JAKARTA, KOMPAS.com -
Pengguna Facebook yang masih sekolah
berhati-hatilah! Menurut studi yang
dilakukan oleh Ohio State University, semakin
sering Anda menggunakan Facebook, semakin
sedikit waktu Anda belajar dan semakin buruklah
nilai-nilai mata pelajaran Anda.
Bagaimana Dengan Internet
(Tahun 2010): "Internet Belum Dimanfaatkan
Secara Positif Oleh
Pelajar" "PADANG--MI: Pakar
pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP),
Prof. DR. Nurtain mengatakan kini banyak pelajar
dan mahasiswa yang tidak memanfaatkan kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi internet
untuk hal-hal positif namun lebih cenderung
hanya untuk menghabiskan waktu dan hal yang
tidak bermanfaat." Kami sudah memasang informasi
mengenai masalah-masalah seperti in bulan yang
lalu. Mohon
semua Siswa-Siswi, Mahasiswa-Mahasiswi dan
Pendidik membaca:
"Teknologi Sekarang Membuat
Beberapa Ancaman Baru Terhadap Anak-Anak
Bangsa Yang Cerdas"
Pada umum Internet (di luar
negeri) digunakan di tingkat sekolah sebagai
alat penelitian, bukan sumber pembelajaran.
Walapun begitu "Be careful. Teachers
interested in integrating the benefits of the
Internet into their curriculum should proceed
cautiously and methodically. Avoid getting caught up in all of
the Internet hype (retorika) and
trying to do everything at once. Set small
goals and take steps to reach those goals."
(Ref: Some Thoughts on the Use of the
Internet in Schools)
Catatan:
Maaf, tetapi seperti biasa,
informasi yang 'aktual' yang berbasis
pengalaman, kami hanya dapat ketemu dalam bahasa
Inggris.
Apakah kurikulum kita cocok
dengan "research approach to learning"
(pelajaran berbasis-penelitian), atau masih
berbasis-"Asal-Hafal-Saja" ? UN?
Mengunakan Internet di kelas perlu kemampuan
manajemen dari guru yang sangat tegas (dan siap
membagi waktu di luar kelas untuk menyiapkan
tugas siswa dan bahan-bahan) supaya siswa-siswi
tidak akan membuang jam pelajaran yang sangat
terbatas. Soalnya, belum tentu bahan dari
sumber lain akan bermutu atau cocok dengan
kebutuhan siswa-siswi kita.
Tahun
2008 Bagaimana? "It is the goal of the
Foxborough Public Schools to provide a
world-class education to all students. ...
While there is an enormous amount of useful
and valuable information available, due to the
global nature of the Internet and the lack of
effective control over its content, access brings with it the
potential for misuse and abuse."
(Ref: Public Schools - Internet Policies
(2007) Pada umum Internet masih hanya
diangap sebagai sumber Informasi, dan
kebanayakan siswa-siswi hanya menggunakan Internet sebagai sistem
komunikasi (e-mail, dll), bukan sumber
pembelajaran.
E-Learning (lewat
Internet) juga sebagai salah satu alat bantu
pendidikan untuk situasi yang cocok dan
kondusif. E-Learning adalah strategi yang
biasanya lebih cocok untuk pelajar yang lebih
matang seperti mahasiswa, yang
jauh dari kampusnya atau yang dewasa
yang harus menyesuaikan waktu belajar dengan
jadwal pekerjaan atau tugas Ibu Rumah
Tangga. Di
sekolah??? | "In
most countries, e-Learning tends to be available
only to those students in urban areas which have
access to the technologies or students in remote
areas where countries are unable to provide
teachers for few students". "However, the
need for standards and measuring quality in
online content is lacking in most
countries." (Ref: International Survey Results
Summaries)
Hal yang Paling
Penting dengan Teknologi dan E-Learning: "We
need to be relentless in measuring and assessing
the impact that technology has on education and
on academic achievement. We need evidence that
teaching and learning are improved as the result
of technology." (Ref: E-Learning Policy Implications for
K-12 Educators)
Di mana buktinya
(evidence) bahwa e-Learning di Internet
dapat meningkatkan mutu proses belajar
mengajar? Di sekolah-sekolah
(K-12) di luar negeri (pada umum) peran Internet
masih hanya sebagai sumber informasi.
Sudah
ada banyak sekali retorika mengenai "Internet
dan Pendidikan" di Indonesia. Tetapi di mana
buktinya? Hasil penelitiannya di
mana? Kelihatannya banyak retorika
berasal dari ISP-ISP (mengapa kami tidak
kaget?).
"Seminar Nasional ICT
Bersama Menkominfo (Minggu, 17 Februari
2008)" RE Iklan: "internet adalah
media pembelajaran masa depan yang sangat bisa
diandalkan."
-
Re: "media pembelajaran masa
depan" Dari mana asumpsi
ini? Berbasis apa?
-
Banyak sekali siswa-siswi
sudah menggunakan Internet di warnet beberapa
tahun. Apakah mereka lebih berhasil di Ujian
Sekolah atau UN? Buktinya?
-
Kapan ada waktu (sebenarnya)
di sekolah-sekolah kita untuk menggunakan
Internet? Kurikulumnya sudah sangat
padat.
-
Apakah "semua sekolah" di
Indonesia punya/akan punya "beberapa kelas"
lengkap dengan komputer? Kapan? Pemiliharaan
tanggungjawab siapa?
-
Apakah main Internet secara
bebas tidak menghabiskan waktu yang lebih baik
digunakan untuk mengulang pelajaran sekolah dan
menyiapkan mereka untuk UN atau Ujian Sekolah?
Apakah UN sekarang termasuk ujian "Chatting"
?
-
Bagaimana rencana kita untuk
mengatasi masalah bahwa siswa-siswi tidak dapat
mengakses atau berpartisipasi di "dunia
informasi luas" karena bahasa Inggrisnya
lemah?
-
Bagaimana cara
mengintegrasikan Internet di dalam kurikulum dan
jadwal pembelajaran di kelas-kelas kita (selain
kelas TI)?
-
Apakah di tingkat sekolah
'Internet sebagai sumber informasi' betul
mempunyai peran di dalam melaksanakan
kurikulum-kurikulum formal di
Indonesia? (Saran kami: Kalau ada guru
yang ingin memberi tugas penelitian ke
siswa-siswi lewat Internet, lebih baik mereka
melaksanakan tugasnya 'secara mandiri' di warnet
atau telecenter di luar jam kelas, daripada
menghabiskan jam pelajaran di sekolah.)
-
Beberapa sekolah sudah punya
akses Internet. Guru-gurunya perlu penjelasan
'berbasis-pedagogi' yang rinci dan praktis! Kami
belum dapat ketemu informasinya di situs-situs
DepDikNas (termasuk JarDikNas). Mohon
informasi!
-
Apakah guru-guru kita mampu
membuat tugas/bahan pelajaran untuk menggunakan
Internet dan melaksanakan pembelajaran sambil
mengatasi hal-hal negatif, termasuk resiko bahwa
siswa-siswi akan masuk situs-situs kekerasan
atau porno yang membuang
waktu pelajaran?
-
Apakah tidak lebih baik
menggunakan dananya untuk melaksanakan program-program pendidikan yang
sudah terbukti (MBS & PAKEM) yang
dapat meningkatkan mutu pendidikan maupun
kemampuan guru di tingkat sekolah?
Atau
meningkatkan pembelajaran bahasa Inggris yang dapat
"membuka informasi global
maupun dunia kerja global" untuk
siswa-siswa kita, dan adalah hal globalisasi di
Indonesia yang paling penting
sekarang. (Jumlah jam pelajaran dan
sistem meniliakan bahasa Inggris jelas
tidak berhasil menjamin kemampuan
siswa-siswi kita dapat berpartisipasi di dunia
global).
-
Kalau
Internet tidak terkait dengan kurikulum, UN, atau Proses Belajar
Mengajar kurikulum, dan kebanyakan
siswa-siswi tidak dapat mengakses informasi
global (tanpa bahasa Inggris), juga bahan dalam
bahasa Indonesia adalah sangat sedikit (dan
mutunya..?), apakah Internet betul termasuk
hal yang penting sama sekali di tingkat sekolah
kita di Indonesia sekarang?
Kalau
masalahnya adalah komunikasi, mungkin sebaiknya
kita mendukung Warnet dan Telecenter
yang dapat dimanfaat oleh lingkungan sekolah
maupun lingkungan yang lebih luas (juga dapat di
akses di luar jam sekolah). Katanya Telecenter adalah
prioritas BAPPENAS.
Apakah ada hal-hal yang jauh lebih penting
terhadap isu "mutu pendidikan" kita?
| "Kata
Menkominfo, akses-akses informasi pada
jaringan ICT tersebut, akan ditekankan pada
unsur e-education (pendidikan), e-health
(kesehatan), dan e-economy (ekonomi) yang dapat
mengurangi gap di bidang ICT antara daerah
pedesaan dan daerah perkotaan". Tetapi ini akan sangat
tergantung peran dan mutunya SDM di pemerintah,
bukan?.
Kalau kita melihat
teknologi yang sudah ditangani oleh pemerintah,
misalnya website-website (12-1-2008):
Coba situs pemerintah yang
lain di: http://Re-SearchEngines.Com. Apakah
website-website DepDikNas adalah informatif dan
mendidik?
Mohon ingat: Yang paling penting dalam
singkatan "TIK" (Teknologi Informasi
Komunikasi) adalah bagian "I" Informasi, dan
ini yang sangat kurang dan perlu dibangun dulu,
baru memikirkan
teknologi.
Walapun Internet
Tidak Begitu Bermanfaat Untuk Pelajar Di
Sekolah, Mungkin Internet Oleh Bisnis
Online Akan Lebih Bermanfaat Untuk
Meningkatkan Kesejahteraan Pendidik Dan
Pelajar! Dan Semoga Guru-Guru Dapat Labih
Terfokus Kepada Tugasnya Di
Sekolah.
Why Have I Taken This
Position?
Silakan Mengirim Saran
Anda
Salam Pendidikan
Phillip
Rekdale (Draft DiUpdate
30-6-2008) Konsultan Teknologi dan Pendidikan
(Jakarta)
|